PERAN KACANG KEDELAI MENGATASI DIABETES
Penderita diabetes dapat berasal dari semua lapisan umur, sosial, dan ekonomi. Namun, pada orang dewasa, gejala-gejala yang muncul biasanya sering haus, sering buang air kecil, badan lemas banyak makan tapi berat badan turun, kesemutan, kulit kering, berkeringat dan gatal-gatal. Bila penyakit ini dibiarkan tak terkendali, bertahun-tahun kemudian timbul komplikasi yang berakibat fatal.
Selain faktor genetik, yang menjadi penyebab penyakit ini adalah perubahan gaya hidup, kebiasaan makan yang buruk, perubahan komposisi tubuh, penyakit penyerta, pemakaian obat-obatan yang rutin, serta uaia lanjut.Majalah Healthy Life edisi Oktober 2008 lalu menulis, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menduga jumlah kasus kencing manis di Indonesia berada pada posisi terbesar ke-4 dunia setelah Cina, India dan Amerika Serikat. Lalu, Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) menyebutkan pada tahun 2000 terdapat 8,5 juta penderitanya di Indonesia, namun di akhir 2008 silam sudah mencapai 12 juta. Persadia pun memperkirakan, di tahun 2030 kelak jumlahnya akan mencapai 20 juta. Dan parahnya, separuh dari penderita tak menyadari mereka mengidap diabetes sehingga tiap tahun terdapat 6 juta penderita baru yang wafat.
Selain itu, dari sekitar 250 juta penderita diabetes di dunia, satu orang di antaranya meninggal setiap 10 detik akibat penyakitnya itu telah mengalami komplikasi. Oleh karena itu, dapat di bayangkan betapa ganasnya serangan penyakit ini. Mengingat begitu banyaknya penderita diabetes di negeri kita ini, sangat di sayangkan karma tahun 2008, menurut data statistik, jumlah dokter ahli diabetes baru berjumlah sekitar 50 orang.
Seperti telah di ketahui, untuk membuat penyakit ini pamit dari tubuh penderita belum di temukan jalannya. Tapi, untuk membuat penyakit ini tak sampai pada tahap komplikasi, tak satu jalan ke Roma. Di antaranya adalah dengan cara membatasi konsumsi karbohidrat, seperti nasi, serta menghindari makanan yang manis-manis. Nasi bisa di ganti dengan kentang, yang lebih rendah kalorinya. Olahraga teratur, 3-4 kali seminggu sekitar 1 jam lamanya perlu dilakukan. Meminum obat dokter secara teratur pun perlu, selain menghindari rokok, alkohol, dan stres. Lalu, beristirahat dengan cukup juga tak kalah pentingnya. Ada lagi yang lain, yaitu mengomsumsi tanaman yang dapat menurunkan kadar gulah darah. Apa saja misalnya?tentu saja banyak, tapi di antaranya yang telah banyak dibuktikan penderitanya sendiri adalah kacang kedelai.
Sejumlah penelitian menunjukkan, kandungan protein kedelai kaya akan asam amino jenis arginin dan glisin. Kedua asam amino pada serealia itu merupakan komponen penyusun insulin dan glukogen yang disekresi kelenjar pankreas. Dan yang jadi nilai plusnya, protein nabati lebih mudah diterima ginjal ketimbang yang hewani. Oleh sebab itu, semakin tinggi asupan protein, sekresi insulin dan glukogen ke tubuh makin meningkat. Ddengan meningkatnya kadar insulin, kadar glukosa darah akan berkurang karena sebagian akan diubah menjadi energi.
Selain itu, polisakarida, termasuk serat, pada kedelai mampu menekan kadar glukosa dan trigliseria postprandial dalam darah, serta manurunkan rasio insulin glukosa postprandrial. Lalu, kandungan isoflavon yang sangat tinggi pada kedelai juga dapat berfungsi sebagai antioksidan, pemicu lancarnya metabolisme, dan penambah sistem imun tubuh.
Bila diimbangi dengan penerapan pola hidup sehat dan tak melanggar pantangan, merutinkan diri mengomsumsi kedelai bubuk tentu bisa maembuat anda berdamai dengan diabetes . Tapi apakah penderita boleh berpuasa sebulan penuh, seperti dibulan Ramadhan?Dokter Reno Gustaviana dari FKUI menyatakan, “sebaiknya penderita diabetes mellitus (DM) Tipe 1 tidak berpuasa, sedangkan penderita Tipe 2 boleh. DM Tipe 2 adalah DM yang disebabkan tidak berfungsinya insulin dengan baik, bukan karena kekurangan insulin.”
Label: PENCEGAHAN


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda